Sabtu, 08 November 2008

Hogwart's In Love

Hogwart's In Love
Bab 1: Valent
Part 1: Malfoy, and Weasley?!

Valent adalah seorang cewek dari asrama Gryffindor.diam2 Valent naksir Draco Malfoy, anak Slytherin, padahal dia tahu bahwa anak Slytherin sangat membenci Gryffindor dan begitu juga sebaliknya. Valent adalah anak yang manis, berambut biru dan bermata hijau. Banyak yang naksir dia, salah satunya Fred Weasley (oohhh...?!) dan Colin Creevey.
Suatu hari di bulan November, Valent sedang berjalan dan tiba-tiba dia bertabrakan dengan Malfoy. "Jangan seruduk-seruduk!" bentak Malfoy. "tubuhku bisa penyok tau!"
"Siapa juga yang seruduk-seruduk!" balas Valent. "anak Slytherin terlalu licin buat di seruduk banteng, tapi yang jelas aku bukan banteng, lagipula kamu nggak ada merahnya, nggak ada alasan buat banteng sekalipun untuk seruduk kamu!" Valent sebenarnya senang sih, bertemu mata dengan malfoy, tapi dia harus pura2 agar gak ada yang melihatnya.
"jangan bentak2 cewek dong!" bentak seseorang. Fred Weasley.
"Bukan urusanmu, darah pengkhianat! ini bukan urusanmu, tahu!" bentak Malfoy.
"OH yeah? mana anakmu? menyusu pada ibunya ya?!" balas Fred. "hadapi aku, kalau bisa kalahkan aku!"
"STOP!!!!!" Valent berteriak, "Fred ini bukan urusanmu jadi jangan ikut campur! Malfoy, jangan bilang Fred atau siapapun darah-pengkhianat, tidak sopan tahu, apa orangtuamu tak pernah mengajarimu sopan santun?! Fred, pergilah jangan ganggu pertengkaranku!"

Hime Amy

Tanpa sadar seakan ada yang menuntunnya, seorang cewek pergi ke Bleu Street, tempat orang menghilang secara misterius. Ada seorang pemuda yang menunggu dalam diam, keheningan mewarnai kejadian itu.
“Kuro...” tiba-tiba kata itu terlontar dari mulut cewek itu. Pemuda itu menoleh. Saat melihat cewek itu matanya seakan terhipnotis. “Kuro..”
“Amy..terima kasih,” kata Kuro. “Amy. Cepatlah pergi.”
Amy menoleh. Di belakangnya...seorang vampire mengintai. Angin bertiup. “Kuro” gumam Amy. “Kuro!” Tiba-tiba Kuro menghilang. Hanya Amy dan sang vampire sekarang.
“Hime Amy,” kata Sang Vampire. “Keiron.”
“Na—namamu Keiron?”
“Yaaa?” kata Keiron. “dimana Kuro-mu?”
“Amy tidak tahu aku dimana, Keiron,” jawab Kuro yang ada di belakang Keiron. “Amy. Pergilah, cepat.”
“Tapi—tapi kau?”
“Aku akan baik-baik saja, Amy.” Kata Kuro sambil mengeluarkan pedang panjangnya. “Keiron...mana Eo?”
“Bukan urusanmu!” jawab Keiron ketus. “Mana Hime?”
“Maksudmu Alie atau Corin?”
“Bukan. Amy.” jawab Keiron. Keiron mengeluarkan sebuah belati. Di belati itu ada sebuah permata warna merah. "Blumetter, belati Api."
"Sial," keluh Kuro. Pedangnya dilapisi es. Tanpa sadar Kuro mengeluarkan salah satu kekuatannya, es. "Jangan ganggu Amy. Atau kubunuh kau! Ambil Alie atau Corin, jangan Amy!"
"Peduli apa." jawab Keiron ketus. "bye-bye, Kuro." Diapun menghilang.